TRIBUNJOGJACOM - Kabar duka datang dari dunia Korean Pop (K-Pop). Ayah dari idol K-Pop Lee Hyuk Jae (Eunhyuk) anggota boyband K-Pop Super Junior, dikabarkan telah meninggal dunia hari ini, Sabtu, 6 Agustus 2022. Foto Eunhyuk Super Junior dan keluarga (kiri) Foto ayah Eunhyuk Super Junior (kanan) (DOK. Soompi dan KBS)
5Agensi Korea Ini Jadi Rumah bagi Satu Idol Kpop Saja, Ada IU hingga THE BOYZ. Kebanyakan agensi besar Korea seperti HYBE Labels, SM Entertainment, hingga JYP Entertainment memiliki banyak grup KPop atau solois. Berbeda dengan agensi besar tersebut, perusahaan-perusahaan ini justru mendedikasikan segalanya hanya untuk satu grup
3 Cara Melihat Trending Twitter di Seluruh Dunia. Akhir Kata. 1. Cara Melihat Trending Twitter di Indonesia. Jika kamu mengisi informasi negara Indonesia saat membuat akun Twitter, maka biasanya Twitter mengatur secara default hashtag trending yang akan muncul adalah di Indonesia. Tapi kalau kamu masih bingung gimana cara melihatnya, ikuti
Kini Red Velvet memiliki kekayaan senilai USD 4 juta atau sekitar Rp58,7 miliar. SNSD juga pernah masuk sebagai girl group K-Pop terkaya selama masa aktifnya dari tahun 2007 hingga 2017 lalu. Selain ketiga nama di atas, beberapa girlband lainnya yang juga sedang populer di dunia adalah Mamamoo, Itzy, hingga Everglow.
MuseumKimchikan yang berlokasi di Insa-dong, Seoul, Korea Selatan, didirikan untuk memberikan pengetahuan mengenai kimchi dan jenis-jenisnya yang tersebar di seluruh dunia. Pada awalnya, museum ini bernama Museum Kimchikan yang didirikan pada 1986 di Pil-dong, Jung-gu. Pada 1988, museum ini dipindahkan ke COEX (Convention and Exhibition
0PtXT.
13 Jun 2023 1900Kim Seon Ho Kesulitan Bersumpah Serapah Saat Syuting Film The Childe, Sutradara Cara Bicaramu Terlalu RamahKim Seon Ho mengatakan bahwa bagian yang sulit adalah akting yang mengharuskannya mengatakan sumpah Jun 2023 1700NCT Dream Siap Comeback dengan ISTJ Juli 2023, NCTzen Kaget Tipe MBTI Jadi Judul Album13 Jun 2023 1400TWICE Sukses Jadi Girl Group Pertama yang Gelar Konser di SoFi Stadium AS, Semua Tiketnya Sold Out Oleh PenontonCELEB UPDATEKondisi Park Soo Ryun Sebelum Meninggal Dunia, Prosesi Pemakaman Sang Aktris Snowdrop Digelar Hari Ini 13 Juni 2023Tim Produksi Bicara soal Skrip Extraordinary Attorney Woo 2 hingga Status Keterlibatan Park Eun Bin dan Kang Tae OhCha Seo Won Tulis Surat soal Drakor BL Unintentional Love Story Usai Dilabrak Fans karena Umumkan PernikahanDrakor The Uncanny Counter Season 2 Sambut Pemeran Baru, Penggemar Kami Akan Menonton Sampai Season 10Cha Seo Won Dilabrak Fans Drakor BL Unintentional Love Story Usai Umumkan Pernikahan, Warganet Tolong Bedakan Fiksi dan RealitaAlasan Yoona SNSD Main di King The Land Bareng Lee Junho 2PM, Penyegaran dari Drakor Sebelumnya yang KelamMenyorot Fenomena Korean Wave dari Drakor, Kpop hingga Kuliner, Terbaru Fan Meeting Kim Seon HoKim Seon Ho Menyapa dalam Bahasa Indonesia di Fan Meeting Hari ke-2, Sebut Cuaca Jakarta Lebih Fresh dari Korea tapi Penonton Tak SetujuAntusiasme Fans Jelang Bertemu Kim Seon Ho di Jakarta Si Om Akhirnya Datang!3 Alasan Nonton Drakor True Beauty yang Kini Tayang di Vidio, Belajar Mencintai Diri Sendiri Foto Pilihan Tale Of The Nine-Tailed 1938 Tamat, Kim Bum Bagikan Foto Perpisahan hingga Tulis Pesan Menyentuh tentang Lee Rang7Dari Lee Jae Wook Sampai Kim Seon Ho, Indra Herlambang Bagikan Momen Akrab dan Cerita Seru Bareng Para Aktor Korea Selatan5Jennifer Lawrence Tampil Cantik Serba Hitam di Premiere Film No Hard Feelings7Potret Aespa di Pertandingan New York Yankees Sebagai Pelempar Bola Pertama6Cha Eun Woo dan Song Hye Kyo Foto Bareng di Acara Chaumet, Visualnya Jadi Sorotan7Revenant, Ketika Kim Tae Ri Kerasukan Roh Jahat6Indeks Berita
Assalamu’alaikum.. Sebelumnya, maafin saya yang masih tidak bisa konsisten mengisi blog ini. Karena emang penyakit malas saya kadang suka kambuh, belum lagi emang blog ini sepi pengunjung yang akhirnya membuat semangat saya terus menurun. Mungkin pembaca akan bertanya-tanya dengan judul dan gambar yang saya pajang di postingan kali ini. Itu gambarnya kok bang agus? Eh, maksud saya Suga alias Min Yoon Gi. Ada yang kenal? Ya, saya juga belum kenalan langsung sih. Ketemu aja kagak pernah. Nah, menurut keterangan wikipedia, Min Yoon-gi lahir 9 Maret 1993; umur 24 tahun; Hangul 민윤기, lebih dikenal sebagai Suga, adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan produser rekaman. Ia adalah anggota dari grup idola pria Korea Selatan, BTS, yang dikelola oleh Big Hit Entertainment. Iya, dia itu seorang idol KPOP dari grup BTS. Dulu sebelum saya hijrah dari kpop, BTS itu adalah grup kegemaran saya. Tercatat sejak Oktober 2016 saya mulai menikmati lagu-lagu mereka setelah beralih dari grup lain sebut saja Super Junior, Bigbang, Infinite, Exo, dsb. Disinilah awal mula kecanduan parah saya terhadap KPOP. Meskipun saya sudah jadi penggemar KPOP sejak 2009, sekitar 8 tahun lalu, namun pada masa-masa awal saya hanya jadi penggemar modal warnet. Yang mana saya setia mendatangi warnet langganan untuk mendownload lagu-lagu dan mv mereka. Lalu ketika kuliah di UII, kasta saya naik satu tingkat jadi penggemar bermodal kuota dan merchandise KW. Bahkan saya dengan bangganya memakai kaos bertuliskan Ryeowook Super Junior kemana-mana dan kamar saya dipenuhi dengan poster-poster idola bonus majalah Gaul, yang bikin teman saya terbengong-bengong melihatnya. Lalu, ketika saya mulai jatuh hati dengan seorang aktivis lembaga dakwah, sebut saja dia Z, kefanatikan saya dengan KPOP mulai berkurang. Saya bahkan bela-belain terjun ke lembaga dakwah yang sama. Meskipun saat itu kondisi saya masih jauh dari gambaran ideal seorang akhwat, dimana saya masih setia dengan celana ketat dan jilbab paris yang tipis itu, namun saya memberanikan diri untuk masuk ke lingkungan orang-orang shaleh dan shalehah di lembaga dakwah tersebut. Motif awal saya agar bisa mengawasi si dia. Iya, saya akui, niat saya pada saat itu memang melenceng. Namun rupanya Allah punya rencana lain. Ketika saya resmi diangkat menjadi pengurus, si dia malah keluar dari lembaga dakwah tersebut, dengan dalih banyaknya amanah lain yang harus dia pegang. Terguncanglah waktu itu hati saya. Antara kecewa dan sedih. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Masa sih saya juga ikut-ikutan keluar? Dengan tiba-tiba? Nanti saya malah dicap buruk sama yang lain. Akhirnya, setelah membulatkan tekad, sayapun memutuskan untuk terus bertahan disana. Keterlibatan saya di lembaga dakwah membuat saya sedikit demi sedikit mulai melebarkan jarak antara diri saya dengan kpop. Apalagi setelah saya mulai ikutan ngaji/liqo. Ternyata memang lingkungan itu sangat berpengaruh dalam pembentukan diri kita. Ketika dikelilingi orang-orang shaleh, entah kenapa hati saya tergerak ke arah kebaikan. Melihat mereka yang jilbabnya syar’i, saya merasa kagum. Dalam hati berharap bisa seperti itu juga suatu hari nanti. MasyaAllah, ternyata doa saya terkabul. Tak lama kemudian, saya pun memberanikan diri untuk berpakaian syar’i dan meninggalkan pakaian ketat saya. Bisa dibilang inilah hikmah saya tetap berada di lembaga dakwah tersebut dan seiring berjalannya waktu saya pun mulai melupakan si dia dan berusaha meluruskan niat. Akan tetapi, namanya juga baru hijrah, ya ilmunya masih cetek. Banyak hal yang masih saya langgar karena ketidaktahuan saya. Dunia fangirl masih saya jalankan. Menikmati drama Korea masih saya lanjutkan. Intinya yang berubah baru penampilan luar, dalamnya belum benar-benar berubah. Karena semua itu butuh proses yang tidak instan. Iman saya sendiri masih suka naik turun. Kalau iman sedang turun, entah kenapa jadi malas datang pengajian, lalu ujung-ujungnya saya kehilangan kesempatan untuk belajar ilmu agama. Tahun 2014 adalah tahun yang berat. Bukan hanya karena saya punya tanggungan skripsi tapi juga karena ada banyak masalah yang menerpa saya ketika itu. Iman yang masih lemah dan ilmu agama yang kurang membuat saya menjadikan KPOP dan drama Korea sebagai pelarian mutlak. Wah, luar biasa sekali pokoknya. Tiada hari tanpa mendengarkan musik KPOP, terutama lagu-lagunya Exo. Tiada hari tanpa melewatkan drama Korea, bahkan saya bela-belain beli hardisk 1 TB hanya untuk mendownload drama-drama tersebut dari warnet. Tidak ketinggalan, saya juga ikut masuk ke dunia fanfiction yang bikin saya sering berkhayal-khayal sendiri kalau saya bakal menikah sama idola saya, atau at least sama oppa-oppa Korea. Ya kali di dunia nyata saya bakal dilamar sama idola, yang ada malah idola saya itu bahkan nggak tahu kalau saya hidup di dunia ini. Haha. Miris. Saya udah terjangkit penyakit delusi parah yang membuat saya jadi malas beraktivitas karena saya tidak mau berurusan dengan kenyataan. Kenyataan, bagi saya saat itu, terlalu pahit untuk dihadapi. Terjeratnya diri ini dalam dunia KPOP membuat saya menghabiskan lebih banyak waktu untuk aktivitas fangirling saya. Ibadah saya jadi nggak maksimal. Tanpa sadar saya telah dilalaikan oleh urusan yang tidak membuat diri ini lebih dekat kepada Sang Pencipta. Menjauh malah. Memang, tampaknya dari luar saya bahagia dan menikmati kegiatan itu. Namun, kalau boleh jujur, sebenarnya hati ini terasa kosong. Begitu kosong, sampai-sampai gejala-gejala depresi mulai terlihat pada diri saya. Saya hampir tidak pernah mendapatkan ketenangan. Yang ada justru kekhawatiran dan kesedihan yang seringkali tiba-tiba saja datangnya, serta tak beralasan. Tapi entah kenapa sulit bagi saya untuk meninggalkan dunia KPOP karena dunia ini seakan sudah mendarah daging dalam diri saya. Obsesi terhadap KPOP mulai mereda saat tahun pertama saya di Taiwan. Pada saat itu memang cukup banyak teman-teman yang menjaga saya. Untuk beberapa saat lamanya saya sempat vakum dari dunia fangirling. Iman saya meningkat dan ada kesadaran untuk berubah menjadi lebih baik. Tapi hanya sementara, sampai teman-teman saya itu lulus dan satu-persatu kembali ke tanah air, meninggalkan saya seorang diri. Tidak ada lagi mereka yang menjaga dan mengingatkan saya dalam ketaatan. Rasa kesepian yang tak terbendung membuat saya kembali berkecimpung di dunia drama dan KPOP. Ini sebagai salah satu pelarian untuk menghibur diri yang tidak punya teman. Meskipun ada beberapa orang yang saya kenal, tapi kami tidak seberapa dekat, sehingga tidak ada yang bisa saya jadikan sebagai tempat berbagi. Waktu itu benar-benar terasa seperti tidak punya siapa-siapa disana. Rasanya sendirian. Lalu, ditengah perasaan sepi dan kosong itu, BTS hadir mewarnai hidup saya. Pada awalnya karena tidak sengaja mendengar lagu-lagu mereka di sebuah toko, lalu saya pun penasaran kepada mereka dan akhirnya mencari tahu. Kekepoan saya berujung fatal. Karena ketika saya sadar, tiba-tiba saya sudah menjadi fans berat mereka. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya menemukan sebuah grup yang bisa menggambarkan perasaan saya begitu gamblang dalam lagu-lagunya. Itu membuat diri ini merasa terhubung dengan mereka. Perasaan kosong, ketidakjelasan arah hidup, rasa sakit dan penderitaan dalam mengejar mimpi yang mereka ungkap dalam lirik-lirik mereka, terasa begitu mirip dengan kisah hidup yang saya jalani. Salah satu member BTS, yaitu Suga, pernah melewati masa-masa gelap dalam hidupnya. Dia pernah menderita depresi dan punya pikiran yang mengarah kearah bunuh diri. Dia memang cuek dan keras dari luar, tapi sebenarnya, di dalam ia begitu rapuh. Dan itu.. entah kenapa, membuat saya berpikir bahwa sebenarnya kami berdua tidak jauh berbeda. Hal itulah yang mendasari rasa simpati saya pada sosok Suga ini dan semakin membuat saya mencintai BTS. Hanya saja, ada satu yang kurang. Mereka disisi lain menyemangati saya lewat musiknya, namun disaat yang bersamaan juga menjauhkan saya dari cahaya kebenaran. Ketika saya begitu asyik dengan kegiatan fangirling saya kepada mereka, saya jadi lupa dengan dunia nyata. Banyak tanggung jawab yang tanpa sadar saya lalaikan. Waktu yang harusnya bisa saya pakai untuk menambah amal pahala dan mengejar kesuksesan dunia akhirat, terbuang sia-sia karena saya sibuk menonton video-video mereka di Youtube, menstalk akun twitter mereka, membaca fanfiction tentang mereka dan lain sebagainya. Entah sudah berapa juta uang yang saya habiskan hanya demi mengoleksi CD-CD dan merchandise mereka, padahal sebenarnya uang itu bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat dan lebih berkah, seperti ditabung untuk Umrah misalnya. Padahal rezeki itu Allah yang kasih, tapi malah rezeki itu dipakai untuk sesuatu yang membuat saya lalai kepada-Nya. Maka wajar jika Allah pun menegur saya dengan berbagai ujian setelah itu.. Kehidupan saya pun terasa sempit dan memburuk. Penyakit depresi saya semakin parah hingga saya harus menemui seorang psikolog. Psikolog tersebut tidak banyak membantu dalam pemulihan saya, ia hanya berusaha menyakinkan saya bahwa saya tidak kenapa-napa. Padahal saya kenapa-napa. Gimana tidak kenapa-napa kalau saya selalu insomnia setiap malam, merasakan kesedihan yang teramat sangat, tidak selera makan, sakit kepala dan dada ini terasa begitu sesak. Melalui itu semua membuat saya menderita dan merasa ingin mengakhiri penderitaan dengan cara-cara yang buruk. Jika bukan karena masih tersisa iman di hati, mungkin nasib saya sudah seperti Jonghyun SHINee. Tapi.. Alhamdulillah.. Allah masih sayang pada saya.. Di masa-masa yang berat itu, Ia kirimkan lagi teman-teman yang baik, yang mau mendampingi dan menguatkan saya. Yang pada akhirnya membuat saya kembali kepada Allah.. Dan memohon ampunan-Nya atas sikap saya selama ini.. Ternyata benar, bahwa obat paling mujarab untuk hati yang kosong adalah ketakwaan. Ketika saya berusaha untuk meningkatkan amal ibadah saya, sedikit demi sedikit kekuatan saya kembali dan saya pun berangsur-angsur pulih dari penyakit bernama depresi itu. Lantas siapa yang sanggup menguatkan diri saya kalau bukan Allah? Siapa yang sanggup membuat saya lebih sabar dan tabah dalam menjalani kesulitan kalau bukan Allah? Nyatanya, ketika saya mendengarkan lagu-lagunya Suga, tingkat depresi saya malah bertambah. Sebaliknya, ketika saya mendirikan sholat dan mendengarkan bacaan Qur’an, hati ini menjadi lebih tenang dan damai. Dari sini saya pun mengerti bahwa hati ini akan selalu cenderung kepada pemiliknya, yaitu Allah, karena memang sudah fitrahnya begitu. Maka wajar jika hati-hati yang tidak diisi dengan rasa takut dan tunduk kepada-Nya akan dipenuhi oleh berbagai penyakit. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk meninggalkan KPOP dan berhijrah dengan sepenuh hati saya. Apa-apa yang kita nikmati di dunia ini akan kita tinggal pergi juga. Mereka bersifat fana. Namun, amal yang kita lakukan tidak akan pernah terhapus dari catatan amal sampai kita mati. Kalau kita masih diberi umur, manfaatkanlah untuk hal-hal yang baik, agar kita kelak selamat ketika menghadapi hari penghakiman. Ingatlah selalu bahwa mata, telinga, mulut, dan setiap anggota tubuh kita ini semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. Untuk apa kita gunakan? Apa sudah sesuai dengan yang diperintahkan Allah di dalam kitab suci kita? Karena sesungguhnya segala sesuatu yang Allah titipkan kepada kita di dunia ini hanya boleh ditujukan untuk yang baik-baik saja, dimanfaatkan dalam rangka mengumpulkan bekal untuk pulang ke kampung halaman kita yang sebenarnya, yaitu akhirat. Teman-teman, saya tidak mengatakan bahwa KPOP itu sepenuhnya buruk. Tidak. Ada pelajaran yang bisa diambil dari mereka. Tapi, sebagaimana alkohol, mereka itu memabukkan. Meskipun peneliti mengatakan bahwa alkohol memiliki banyak manfaat tapi efek buruknya jauh lebih banyak. Demikian halnya dengan KPOP. Selama saya berkecimpung di dunia KPOP, bohong banget kalau saya bilang saya masih tetap murni dan polos. Otak saya sudah diracuni oleh KPOP dan drama Korea. Pemandangan abs-abs dan paha-paha mulus itu seperti hal yang biasa. Belum lagi fanservice yang menyerempet ke arah LGBT juga seperti sajian yang normal. Dan parahnya saya menemukan banyak anak-anak di bawah umur yang terang-terangan memposting cerita-cerita fanfiksi yang tak layak dan penuh kemesuman. Dunia KPOP itu memang memberikan kesenangan dan kebahagiaan, tapi semua itu semu dan sesaat saja sifatnya. Kita bilang minum alkohol itu haram, tapi kenapa kita masih menggemari orang-orang yang akrab dengan alkohol dalam hidupnya. Jangan jadi seseorang yang punya standar ganda. Hidup itu harus berdiri teguh diatas suatu prinsip, karena jika tidak, maka kita akan rentan terkena fitnah. Pilihlah role model yang tepat. Banyak sekali tokoh-tokoh Islam yang bisa kita jadikan panutan diluar sana. Contohnya di zaman ini, ada Presiden Erdogan dari Turki. Jujur, saya salut dan kagum dengan beliau. Karena begitu banyak kontribusi-kontribusi yang beliau berikan untuk umat dan beliau adalah sosok yang tegas dan pemberani. Tokoh mana yang berani terang-terangan mengkritik Israel di depan muka Presiden Israel itu sendiri di acara Live? Lalu di Indonesia ada banyak sekali ustadz-ustadz yang luar biasa sekali ilmunya. Contohnya ustadz Adi Hidayat. Dan masih banyak lagi. Kalaupun masih belum bisa sepenuhnya meninggalkan KPOP, janganlah jadi fans fanatik. Sukailah mereka sewajarnya saja yang tidak perlu sampai menjadi bagian dari hidup kita. Percayalah, KPOP itu nggak menjamin apa-apa selain kerugian. Ya rugi waktu, ya rugi uang, ya rugi perasaan kalau idol kita ketahuan dating sama idol lain. Karena nyatanya KPOP tidak membuat diri saya menjadi lebih baik Karena nyatanya KPOP tidak bisa mengobati kesedihan saya sepenuhnya Karena nyatanya KPOP tidak bisa meringankan masalah saya Karena nyatanya ada korban berjatuhan dari para artis KPOP itu sendiri Jika memang musik itu bisa menenangkan jiwa, lantas kenapa Jonghyun memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri padahal ia sangat akrab dengan musik? Apa kalian pernah berpikir sampai kesana?
Siapa yang tidak mengenal KPOP? Ada banyak anak muda yang mengagumi boyband maupun girl band asal Korea ini. Tak jarang mereka pun menghayal ingin memiliki pasangan yang sempurna seperti idola yang mereka kagumi. Tentu saja hal ini akan mengakibatkan halusinasi yang berlebihan. Untuk itu, akan lebih baik jika Anda move on dari dunia KPOP saja. Lantas bagaimana cara move on dari dunia KPOP? Sebenarnya ada banyak cara yang bisa Anda lakukan dengan mudah. Beberapa cara berikut, bisa Anda terapkan mulai sekarang. Diantaranya 1. Tambah kesibukan Menambah kesibukan merupakan solusi terbaik untuk move on. Dengan begitu, pikiran Anda bisa teralihkan dengan mudah tanpa memikirkan melulu soal dunia KPOP. Anda bisa menambah berbagai kesibukan sesuai dengan kesukaan misal bekerja, belajar dirumah, belajar bersama teman, dan masih banyak lagi. 2. Gunakan smartphone seperlunya Anda bisa mengalihkan ini dengan lebih banyak berinteraksi dengan orang lain atau melakukan kegiatan menyenangkan seperti berolahraga, memasak, bersih-bersih rumah, dan masih banyak lagi. Letakkan smartphone dan mulai beraktivitas dengan orang sekitar. 3. Kurangi hal-hal yang berhubungan dengan KPOP Cara move on dari dunia KPOP ini sangat penting untuk dilakukan agar Anda bisa terhindar dari dunia KPOP. Namun bukan berarti Anda tidak bisa mengetahui tentang Korea. Anda bisa saja belajar bahasa Korea, kuliah di Korea, dan lain sebagainya. 4. Singkirkan barang-barang yang berhubungan dengan KPOP Ada baiknya move on dari dunia KPOP itu dengan tidak lagi mengkoleksi atau menyimpang barang-barang yang berhubungan dengan KPOP. Lebih baik Anda menyingkirkannya agar keinginan untuk mengidolakan KPOP Anda bisa dihindari. 5. Kurangi membaca tulisan atau menonton video tentang KPOP Move on juga perlu mengurangi membaca tulisan dengan nama-nama idol termasuk dalam wattpad, dan lainnya. Anda bisa mengalihkannya kepada idol muslim yang lebih patut untuk diteladani. 6. Keluar dari circle KPOP Terakhir, Anda juga perlu keluar dari circle-circle KPOP yang sering mengupdate perkembangan KPOP. Sampaikan alasan dengan baik-baik dan mulai lupakan dunia KPOP Beberapa cara move on dari dunia KPOP di atas tentu cukup efektif untuk dilakukan. Jangan lupa untuk melakukannya terus-menerus sampai Anda benar-benar tidak menyukai lagi semua hal yang berbau KPOP.
Debut di tahun 2013, sudah tak terhitung pencapaian membanggakan yang diraih BTS hingga sekarang. Kesuksesan ini tentunya tak lepas dari ketujuh membernya yang kompak dan bertalenta. Sepuluh tahun lalu, para member ini masih menjadi remaja biasa yang berusaha mencapai BigHit Entertainment, mereka pertama kali bertemu dan berlatih bersama sebelum akhirnya bisa debut. Tapi, tahukah kamu bagaimana cara yang ditempuh ketujuh member BTS untuk bisa menjadi trainee di BigHit Entertainment?Para member BTS pun pernah membagikan kisah dan alasannya bergabung ke agensi tersebut. Scroll down, yuk buat tahu kisah dan alasan mereka!1. RM atau yang saat debut memiliki nama panggung Rap Monster ini merupakan leader sekaligus member pertama BTS yang bergabung ke BigHit Entertainment. RM mulai menekuni dunia rap saat ia masih duduk di bangku SMP pada tahun 2007 dengan nama panggung Runch Randa. Saat itu, ia bergabung dengan sebuah grup rap bernama DNH tahun kemudian, RM mengikuti audisi di beberapa agensi hiphop dan bertemu seseorang bernama Sleepy. Sleepy memperkenalkan pria yang bernama asli Kim Namjoon ini kepada Bang Shihyuk yang merupakan CEO BigHit Entertainment. RM pun akhirnya menjalani audisi di BigHit. Dengan kemampuan rap-nya, ia dengan mudah diterima di agensi tersebut pada tahun Sejak masih SMA, Suga sudah sering terlibat dalam pembuatan lagu para artis lokal di kota asalnya, Daegu. Di sana, ia dikenal sebagai seorang rapper sekaligus produser bernama bergabung di BigHit setelah ia mengikuti lomba rap yang diadakan oleh agensi tersebut yang berjudul “Hit It”. Pria bernama asli Min Yoongi ini menjadi juara kedua dalam lomba tersebut dan berhasil direkrut oleh BigHit Suga meyakinkan Bang Shi Hyuk bahwa ia hanya ingin menjadi produser yang memproduksi lagu-lagu untuk artis BigHit nantinya. Namun akhirnya, Suga pun ikut debut sebagai rapper utama di BTS. Baca Juga 5 Leader Grup KPop Ini Berulang Tahun Bulan September, Ada RM BTS! 3. Member ketiga yang bergabung di BTS selanjutnya juga merupakan rap line, karena BigHit Entertainment awalnya memang ingin membuat BTS sebagai grup hip-hop. Jung Hoseok atau J-Hope memulai karirnya sebagai dancer dalam sebuah grup bernama "Neuron" di kota asalnya, pergi ke Seoul untuk mengikuti audisi di JYP Entetainment, namun ia gagal di sana. Tak putus asa, J-Hope pun mengikuti audisi di BigHit Entertainment dan langsung diterima menjadi trainee karena kemampuan dance dan hampir keluar dari BigHit Entertainment namun RM terus meyakinkan J-Hope bahwa BTS membutuhkan member berbakat sepertinya. Akhirnya, ia tetap bertahan di agensi tersebut dan menjadi J-Hope yang kita kenal Jin sebenarnya pernah direkrut oleh SM Entertainment melalui street casting, namun ia berpikir bahwa itu adalah penipuan, jadi Jin tak pernah datang untuk audisi di agensi waktu kemudian ia kembali direkrut di tempat umum, tepatnya saat baru turun dari sebuah bus. Staf BigHit Entertainment menawarkannya untuk mengikuti audisi di agensi mereka. Saat itu, pria asli bernama asli Kim Seokjin ini merupakan mahasiswa jurusan teater dan mengikuti audisi di BigHit sebagai ternyata, Bang Shihyuk punya rencana lain dan meyakinkan Jin untuk menjadi salah satu calon member BTS. Kini, Jin menduduki posisi sebagai sub-vokalis dan juga main visual di grup Jungkook merupakan member kelima yang bergabung di BigHit Entertainment. Ia menarik perhatian Bang Shihyuk saat mengikuti program Superstar K di tahun 2011. Meski tak menang di program tersebut, pria bernama lengkap Jeon Jungkook ini berhasil mendapat tawaran dari 7 agensi sekaligus, termasuk beberapa agensi ia malah memilih menjadi trainee di BigHit Entertainment yang saat itu namanya masih belum dikenal publik. Jungkook mengatakan bahwa alasannya memilih BigHit daripada agensi lainnya adalah karena ia pernah melihat rap RM yang menurutnya keren. Hal itu membuat Jungkook ingin berlatih dan bekerja sama dengan Jungkook pun tak salah pilih, sekarang ia telah menjadi main vocal dan maknae dari salah satu grup KPop paling terkenal di Meski ayah V merupakan seorang petani, namun ia berhasil membuat V jadi mencintai musik dengan menyuruh anaknya tersebut belajar memainkan alat musik saxofon. Di tahun 2011, V pergi ke tempat audisi BigHit Entertainment yang diadakan di kota asalnya, pria bernama asli Kim Taehyung ini hanya datang untuk menemani dan mendukung temannya yang mengikuti audisi. Namun, salah satu staf BigHit tertarik kepadanya dan meyakinkan V agar mau mengikuti audisi menelpon ayahnya untuk meminta izin, V pun diaudisi dan menjadi satu-satunya peserta dari Daegu yang lolos untuk menjadi trainee di BigHit Entertainment saat Sang lead vocalist sekaligus main dancer, Jimin, menjadi member BTS terakhir yang bergabung di BigHit Entertainment. Saat SMA, ia masih menimba ilmu di jurusan dance di Busan High School of Arts. Saat itu, salah satu gurunya melihat betapa bertalentanya Jimin dan menyuruhnya untuk mengikuti audisi di BigHit lolos audisi di kota asalnya, Busan, Jimin pindah ke Seoul pada tahun 2012 dan mulai menjadi trainee di BigHit. Jimin menjadi member dengan masa trainee yang paling pendek yaitu hanya beberapa bulan sebelum akhirnya BTS debut di tahun berasal dari kota yang berbeda, namun takdir telah mempertemukan ketujuh remaja ini hingga bisa berkumpul di BigHit Entertainment. Berasal dari agensi kecil, BTS membuktikan bahwa usaha dan keyakinan untuk bisa sukses tak akan mengkhianati hasilnya. Baca Juga 7 Potret Teaser Pertama Member BTS untuk Comeback Single 'Dynamite' IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
cara keluar dari dunia kpop